POP is not dead!!!

Just another Blogdetik.com weblog

  • merah putih Indonesiaku
  • Say it with Blog Writing Contest

Kisah Kasih dengan Internet

Posted by maknyesoke on 26 Juli 2009

Tahun Pertama

“Kalau kalian ada pertanyaan, silahkan tanyakan saja melalui milis, “ kata dosen mata kuliah Fisika Dasar gue pada suatu jam kuliahnya. Belum sempat gue mencerna arti kata ‘milis’, pak dosen sudah melanjutkan lagi dengan pertanyaan, “Sudah pada punya milis FIDAS kan?”

Gue clingak-clinguk memantau keadaan sekitar ruang kelas. Gue mendapati ada yang mengangguk-angguk tanda mengerti, ada yang menjawab ‘sudah!’, ada pula yang menanyakan ke teman yang duduk di dekatnya dengan pertanyaan, ‘apa sih milisnya? Gue belon punya’.

DAAANG!!!

Seakan menjadi seekor siput di tengah sekumpulan bangsa monyet yang sedang saling berkomunikasi, gue nggak ngerti apa yang sedang bapak dosen dan teman-teman sekelas gue bicarakan. Justru pertanyaan mendasar yang muncul di kepala gue adalah ‘milis tuh apaan sih?’. Agak memalukan memang seorang mahasiswi institusi teknik terkenal se-Indonesia tidak mengenal istilah milis. Namun karena terlalu malu pada diri sendiri, dan pada teman-teman sekelas, gue cuman menyimpan pertanyaan itu untuk diri sendiri dan bertekad akan menemukan jawabannya tanpa harus nanya ke teman-teman kampus. Gengsi dong!

computer_cartoon1

Sepulangnya dari kampus hari itu, langsunglah gue menghubungi kakak gue yang kebetulan kuliah di jurusan Teknik Informatika. Di keluarga gue dia adalah anggota keluarga yang paling hi-tech dan melek teknologi. Hanya dia harapan gue satu-satunya buat menanyakan hal ’sensitif’ macam begini, karena gue terlalu malu buat menanyakan ke orang lain.

“Jadi De, milis adalah mailing list” kata kakak gue di seberang telepon. Pada awalnya, apalagi via telepon, sumpah, gue nggak ngerti sama sekali dia ngomong apa.

“Yang adalaaahh…?” tanya gue setelah gue bisa mencerna frase ‘mailing list’ yang sudah dia ulang berjuta-juta kali.

“Jadi, mailing list itu… heemm… gimana ngejelasinnya ya?” (yeee dia bingung sendiri!)

“Milis itu” dia menekankan kembali, “adalah semacam sebuah kelompok yang bisa dibikin di email kita, buat mengelompokkan teman-teman tertentu. Jadi kita berkomunikasi dengan sesama anggota kelompok milis itu.”

Kalau dia menjelaskannya 8 tahun yang akan datang dimana gue sudah mulai meraba-raba dunia komputer, gue pasti langsung ngerti. Dasar gaptek, gue waktu itu belum bisa mencerna apa kata-katanya. Akhirnya gue memutuskan buat pulang ke Jakarta pada akhir pekan khusus untuk belajar milis ini. Itulah starting point gue dalam ber-internet. Gue langsung bikin e-mail account (yang nggak pernah gue ganti sampai sekarang).

Gambar diunduh dari: http://productionguild.com/live/pictures/yahoo.jpg

Tahun Kedua

Kemudian masuklah gue pada tahun kedua kuliah, dimana kami mulai mendapatkan tugas untuk membuat paper dan berbagai macam tugas yang membutuhkan akses ke sumber-sumber yang bisa menyediakan lebih banyak informasi melebihi koran dan majalah. Gue ingat banget tugas pertama gue adalah membuat presentasi mengenai Segitiga Bermuda. Kebayang kan? Kalau gue cuman mengandalkan media cetak, bisa gila gue ngubek-ngubek toko majalah atau koran bekas. Nah, dari sana lah gue mulai berkenalan dengan Om Google.

Gambar diunduh dari: http://cocadoodledoo.files.wordpress.com/2008/11/google.jpg

Buat mengenal si om lebih dekat, gue banyak berkorban. Ibarat kata PDKT, begitulah yang gue lakukan kepada situs ini. Di kampus memang banyak komputer yang sudah terakses oleh internet, namun gue terlalu malu untuk bertanya2 ke teman-teman. Gue malu, masa bisa masuk ITB tapi nggak bisa menggunakan fasilitas internet. Akhirnya gue selalu menunggu sore saat orang-orang pulang, untuk gue belajar internet di komputer kampus, sampai larut malam, berhari-hari sampai bahan presentasi Segitiga Bermuda gue kelar.

Tahun Ketiga

Waktu terus berjalan, dan gue pun sudah menjadi senior tingkat ketiga di kampus. Teman-teman gue bertambah, mulai dari teman bermain sampai orang-orang yang gue anggap bisa berpengaruh buat karir gue suatu saat nanti. Komunikasi lewat telepon gue rasakan terlalu terbatas. Gue membutuhkan sebuah media yang bisa mempertemukan gue dengan orang banyak pada satu waktu. Saat itulah gue menggunakan YM. Sebenarnya gue sudah mengenal YM sejak gue membuat e-mail account, tapi gue merasa baru membutuhkannya kira-kira dua tahun setelahnya.

Pergaulan pun semakin matang dan terkendali. Pada masa itu mulailah menjamur situs jejaring sosial yang kita kenal sebagai Friendster. Dari sana pula gue mulai menulis karena Friendster memiliki fasilitas untuk menyimpan tulisan dalam bentuk blog. Gue ingat sekali bagaimana hidup gue hampa kalau tidak mengecek Friendster sehari saja. Namun apa yang terjadi sekarang? Gue bahkan tidak lagi peduli padanya bahkan gue berpikir untuk menutup saja account gue, karena saat ini gue dengan tak setianya beralih ke situs jejaring yang lain yaitu Facebook.

Gambar diunduh dari: http://vahron.files.wordpress.com/2009/05/friendster-facebook.jpg

Sekelumit Latar Belakang

Bukan tanpa alasan gue baru melek internet waktu gue kuliah. Karena memang gue tidak pernah memiliki komputer sendiri seperti kakak gue, di sekolah dari SD sampai SMP gue nggak pernah mendapatkan pelajaran komputer, dan gue terlalu malas buat belajar sendiri (sekedar pengakuan, waktu SMU ketika gue banyak mendapatkan tugas yang harus diketik, gue meminta kakak gue untuk mengerjakannya buat gue :D).

Namun jangan sedih! Lain bulu lain ilalang, lain dulu lain sekarang. Dulu gue boleh gaptek (atau lebih spesifiknya, gagap internet), tapi sekarang gue malahan kecanduan sama intenet. Gue punya blog sendiri, gue ikutan banyak milis, gue cinta browsing dan hobi sekali mengunduh, dan yang pasti sekarang gue bekerja dengan internet sebagai partner. Sebagai seorang penyiar yang hidup di masa kini, semuanya harus serba terkini toh?! Makanya gue sekarang kalau sehari aja nggak buka internet, rasanya bagaikan makan nasi tanpa garam :D


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


10 Responses to “Kisah Kasih dengan Internet”

  1.   Blog Detik » Blog Archive » Inilah Pemenang Kontes “My First Online Experience” Says:

    [...] Jayanto T. 3. Dani Ardiansyah 4. arista budiyono 5. Jon Riah Ukur, SE 6.Anisa Fitri Nurhalida 7. Mustika Rahmathya 8. Rita Maasi 9. Weka Swasti Wardhani 10 Alif Teguh Imam [...]

  2.   Tongkonan Says:

    kalau saya, sehari saja nggak online rasanya makan tanpa cabe(I Love Cabe) :D

  3.   Lamunadi Says:

    Selamat datang di arena pemenang. Keep blogging. 8-)
    Salam.

  4.   jonru Says:

    Selamat ya, atas kemenangannya. Moga makin sukses!

  5.   supriatno Says:

    congrats for the winner…

  6.   N. Raymond Frans Says:

    Tabea…. Met Baku Dapa n Salam Kenal…. Artikelnya Menarik n Mengesankan. Aku Suka Itu… Thanks,-

  7.   cow431 Says:

    selamat deh buat kemenanganya keren ue postinganya n slalu berkarya di sini ya

  8.   farizchamimudien Says:

    keeereeeen….salam satu jiwa

  9.   maknyesoke Says:

    Terima kasiihh.. salam kenal semuanya… Mari kita terus berkarya!! :D

  10.   umikartikawati Says:

    selamat ya…btw, sampai sekarang saya kok masih gaptek ya, padahal udah sering buka internet…apa ada cocok dan tidak cocok ya orang dan teknologi itu…salam kenal :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>